Tuesday, 6 December 2016

Double Moving Average

Setelah membahas mengenai Single Moving Average, kali ini Dunia Statistik akan membahas mengenai Double Moving Average.
Double moving average adalah rata-rata beergerak kedua. Dengan kata lain yaitu hasil dari single moving average digunakan untuk melakukan double moving average. Lebih mudahnya lagi dapat dikatakan rata-rata bergerak dari rata-rata bergerak sebelumnya. Double moving average dapat digunakan ketika data aktual mempunyai pola tren. Pada metode ini orde yang digunakan harus sama, misal 3x3, maksudnya dari data awal dilakukan moving average dengan orde 3, kemudian hasil dari MA(3) dilakukan moving average dengan orde 3 juga. 

Prosedur dalam moving average yaitu:
1.     Penggunaan rata-rata bergerak tunggal 

2.    Penyesuaian, yang merupakan selisih antara MA-tunggal dengan MA-ganda (St – S’’t),
 3.    Penyesuaian kecenderungan dari periode t ke t+m

   Menggunakan kasus yang sama pada SMA, kemudian dilakukan forecast menggunakan Double Moving Average orde 3x3 menggunakan eviews dengan langkah-langkah berikut:
   1.  Langkah 1-7 dapat dilihat di SMA menggunakan eviews. 
   2.  Langkah selanjutnya yaitu melakukan forecast moving average kedua dengan cara Pilih quick, lalu pilih generate series tulis script movav3x3=@movav(movav3,3)
Pada script script movav3x3=@movav(movav3,3), dapat dijelaskan bahwa:
movav3x3 : nama file hasil double moving average
movav3   : nama file hasil single moving average
   Hasil forecast Double Moving average dapat dilihat pada gambar berikut,
3.    Blok nama file data aktual dan nama file hasil forecast (Single Moving average dan Double Moving Average), klik kanan pilih open pilih as group.

4.  Untuk melihat grafik gabungan maka pilih view pada file yang sudah digabung, lalu pilih graph, kemudian ok.

 grafik tersebut merupakan grafik gabungan antara data aktual, MA(3), dan MA(3x3).