Sore kawan blogger, sore ini saya melanjutkan pembahasan metode forecasting menggunakan Exponential Smoothing.
Exponential
Smoothing adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam melakukan
forecast. Metode ini melakukan perbaikan secara terus menerus dengan cara
merata-rata nilai masa lalu suatu data runtun waktu dengan cara menurun
(exponential). Exponential smoothing dalam metode forecast yang menggunakan
nilai pembobot pada serangkaian pengamatan masa lalu untuk memprediksi nilai masa depan. Exponential
smoothing dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Single
Exponential Smoothing (SES)
Single Exponential smoothing juga
dikenal sebagai Simple Exponential Smoothing yang digunakan pada peramalan
jangka pendek, biasanya hanya 1 periode ke depan. Model SES mengasumsikan bahwa
data berfluktuasi di sekitar nilai mean yang tetap, tanpa trend atau pola data stasioner(horizontal). Rumus untuk Simple Exponential
smoothing adalah sebagai berikut:
Ft+1 = α * yt + (1 – α) * Ft
dimana:
Ft+1 : peramalan untuk periode berikutnya
α : konstanta pemulusan
Ft+1 : peramalan untuk periode berikutnya
α : konstanta pemulusan
yt : data aktual ke-t
Ft : nilai peramalan ke-t
2. Double
Exponential Smoothing
Metode ini digunakan ketika
data menunjukkan adanya trend. Trend adalah estimasi yang dihaluskan dari
pertumbuhan rata-rata pada akhir masing-masing periode. Rumus Single
Exponential smoothing adalah:
St = α * Yt + (1 – α) * (St-1 + bt-1)
bt = Υ * (St – St-1) + (1 – Υ) * bt-1
3. Holt-
Winters
Model Holt-Winters
digunakan untuk memodelkan data dengan pola musiman, dan tren. Holt-Winters didasarkan
pada tiga persamaan penghalusan, yakni persamaan penghalusan keseluruhan,
penghalusan tren, dan penghalusan musiman. Rumus yang digunakan dalam
Holt-Winters adalah sebagai berikut:
No comments:
Post a Comment