Tuesday, 6 December 2016

Single Moving Average (SMA) Menggunakan Excel

Pagi kawan,
Sebelum melangkah jauh mengenai metode-metode yang dapat digunakan dalam melakukan forecast,
maka dalam tulisan kali ini Dunia Statistik akan membahas mengenai Moving Average (MA) terlebih dahulu.
Moving Average atau rata-rata bergerak dibagi menjadi dua yaitu Single Moving Average dan Double Moving Averge. Dalam tulisan kali ini akan dibahas megenai Single Moving Average terlebih dahulu.
Single Moving Average atau rata-rata bergerak tunggal merupakan salah satu metode paling sederhana yang dapat digunakan untuk melakukan forecast (peramalan). Metode ini sangat cocok digunakan ketika ditemu data dengan pola horizontal (stasioner) atau data yang konstant terhadap variansi, dan tidak dapat digunakan ketika data mengandung unsur trend atau musiman. Rumus yang digunakan sebagai berikut:


Contoh Kasus:
Sebuah perusahaan Agency terkenal di Korea Selatan, SM Entertaiment memiliki data keuntungan yang diperoleh oleh setiap kali BoA (salah satu Idol wanita terkenal dari agency tersebut) mengeluarkan album, mini album ataupun single terbaru.  Berikut adalah data keuntungan (dalam Won-mata uang Korea Selatan) yang diperoleh perusahan yang terhitung sejak tahun 2000 hingga 2015.
Tabel 2.1 Data keuntungan SM Entertaiment
Tahun
Jumlah Keuntungan (Won)
2000
21.165.400
2001
19.087.350
2002
19.989.700
2003
20.340.000
2004
23.630.500
2005
25.750.350
2006
24.898.000
2007
21.800.500
2008
22.975.250
2009
25.495.950
2010
23.980.700
2011
29.184.520
2012
27.455.550
2013
25.678.350
2014
24.570.690
2015
25.900.780

Dengan menggunakan data di atas lakukan peramalan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh SM Entertaiment ketika BoA mengeluarkan lagu baru pada tahun 2016 menggunakan Single Moving Average orde 3, dan nilai MSE dan MAPE.

Langkah-langkah melakukan Forecast menggunakan Excel, sebagai berikut:
  1. Siapkan data yang ada dalam lembar kerja excel, urutkan dari tahun awal hingga tahun terakhir. Misal dalam kasus yaitu dari tahun 2000 – 2015
  2. Sebelum melakukan forecast biasakan membuat grafik terlebih dahulu untuk melihat pola data yang ada apakah cocok dengan metode yang akan digunakan. Grafik dapat dibuat dengan cara. klik Insert pada menu excel dan pilih jenis grafik garis.
  3. membuat forecast dengan orde 3 atau MA(3) maka data mulai diforecast pada data ke-4. Misalkan data aktual dimulai dari kolom B baris ke 3 atau B3 sampai dengan kolom B baris ke 18 atau B18 (B3:B18).
  4. Buatlah sebuah kolom baru dengan nama variabel MA(3) misalkan variabel tersebut berada di kolom C, kemudian pada kolom ke-4 (C6) dari variabel MA(3) tersebut masukkan  rumus =AVERAGE(B3:B5) kemudian tekan tombol enter.
  5. Setelah itu klik kolom C6 dan arahkan kursor pada bagian pojok kanan bawah sehingga muncul tandah puls (+) dengan warnah hitam lalu drag sampai pada kolom C19. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
  6. Menghitung nilai error dengan cara, Buatlah sebuah kolom baru (kolom D) dengan nama variabel e^2 (Error kuadrat). Dengan rumus error yang telah dipaparkan sebelumnya. 
     
    Dari data yang digunakan dapat dilihat hasil plot datanya seperti pada grafik berikut,
    Gambar grafik keuntungan perusahaan menunjukkan bahwa data yang digunakan mempunyai pola data yang stasioner (horizontal) atau dapat dikatakan bahwa data berada di sekitar rata-rata, sehingga dapat dikatakan bahwa data dapat dilanjutkan forecast menggunakan Single Moving Average (SMA).
    Hasil forecast yang telah dilakukan menggunakan Single Moving Average (SMA) ordo 3 maka diprediksikan nilai keuntungan perusahaan pada tahun 2016 sebesar 25.383.273 won, dengan nilai MSE sebesar 6861586693520,52 won dan nilai MAPE sebesar 2112882,3 won.
    Itu tadi sedikit penjelasan mengenai SMA yang Dunia Statistik Berikan,
    Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua,
    Sampai jumpa dipembahasan berikutnya.