Pagi kawan,
Sebelum melangkah jauh mengenai metode-metode yang dapat digunakan dalam melakukan forecast,
maka dalam tulisan kali ini Dunia Statistik akan membahas mengenai Moving Average (MA) terlebih dahulu.
maka dalam tulisan kali ini Dunia Statistik akan membahas mengenai Moving Average (MA) terlebih dahulu.
Moving
Average atau rata-rata bergerak dibagi menjadi dua yaitu Single Moving Average dan
Double Moving Averge. Dalam tulisan kali ini akan dibahas megenai Single Moving
Average terlebih dahulu.
Single
Moving Average atau rata-rata bergerak tunggal merupakan salah satu metode
paling sederhana yang dapat digunakan untuk melakukan forecast (peramalan). Metode ini
sangat cocok digunakan ketika ditemu data dengan pola horizontal (stasioner)
atau data yang konstant terhadap variansi, dan tidak dapat digunakan ketika
data mengandung unsur trend atau musiman.
Rumus yang digunakan sebagai berikut:
Contoh
Kasus:
Sebuah perusahaan Agency terkenal di Korea Selatan, SM Entertaiment memiliki data
keuntungan yang diperoleh oleh setiap kali BoA (salah satu Idol wanita terkenal
dari agency tersebut) mengeluarkan album, mini album ataupun single
terbaru. Berikut adalah data keuntungan
(dalam Won-mata uang Korea Selatan) yang diperoleh perusahan yang terhitung
sejak tahun 2000 hingga 2015.
Tabel 2.1 Data
keuntungan SM Entertaiment
Tahun
|
Jumlah Keuntungan (Won)
|
2000
|
21.165.400
|
2001
|
19.087.350
|
2002
|
19.989.700
|
2003
|
20.340.000
|
2004
|
23.630.500
|
2005
|
25.750.350
|
2006
|
24.898.000
|
2007
|
21.800.500
|
2008
|
22.975.250
|
2009
|
25.495.950
|
2010
|
23.980.700
|
2011
|
29.184.520
|
2012
|
27.455.550
|
2013
|
25.678.350
|
2014
|
24.570.690
|
2015
|
25.900.780
|
Dengan
menggunakan data di atas lakukan peramalan untuk mengetahui seberapa besar
keuntungan yang akan diperoleh SM Entertaiment ketika BoA mengeluarkan lagu
baru pada tahun 2016 menggunakan Single
Moving Average orde 3, dan nilai MSE dan MAPE.
Langkah-langkah
melakukan Forecast menggunakan Excel, sebagai berikut:
- Siapkan data yang ada dalam lembar kerja excel, urutkan dari tahun awal hingga tahun terakhir. Misal dalam kasus yaitu dari tahun 2000 – 2015
- Sebelum melakukan forecast biasakan membuat grafik terlebih dahulu untuk melihat pola data yang ada apakah cocok dengan metode yang akan digunakan. Grafik dapat dibuat dengan cara. klik Insert pada menu excel dan pilih jenis grafik garis.
- membuat forecast dengan orde 3 atau MA(3) maka data mulai diforecast pada data ke-4. Misalkan data aktual dimulai dari kolom B baris ke 3 atau B3 sampai dengan kolom B baris ke 18 atau B18 (B3:B18).
- Buatlah sebuah kolom baru dengan nama variabel MA(3) misalkan variabel tersebut berada di kolom C, kemudian pada kolom ke-4 (C6) dari variabel MA(3) tersebut masukkan rumus =AVERAGE(B3:B5) kemudian tekan tombol enter.
- Setelah itu klik kolom C6 dan arahkan kursor pada bagian pojok kanan bawah sehingga muncul tandah puls (+) dengan warnah hitam lalu drag sampai pada kolom C19. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
- Menghitung
nilai error dengan cara, Buatlah sebuah kolom baru (kolom D) dengan nama
variabel e^2 (Error kuadrat). Dengan rumus error yang telah dipaparkan
sebelumnya.
Dari data yang digunakan dapat dilihat hasil plot datanya seperti pada grafik berikut,
Gambar grafik keuntungan perusahaan menunjukkan bahwa data yang digunakan mempunyai pola data yang stasioner (horizontal) atau dapat dikatakan bahwa data berada di sekitar rata-rata, sehingga dapat dikatakan bahwa data dapat dilanjutkan forecast menggunakan Single Moving Average (SMA).Hasil forecast yang telah dilakukan menggunakan Single Moving Average (SMA) ordo 3 maka diprediksikan nilai keuntungan perusahaan pada tahun 2016 sebesar 25.383.273 won, dengan nilai MSE sebesar 6861586693520,52 won dan nilai MAPE sebesar 2112882,3 won.Itu tadi sedikit penjelasan mengenai SMA yang Dunia Statistik Berikan,Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua,Sampai jumpa dipembahasan berikutnya.