Selamat
pagi sahabat penulis….
Metode
peramalan kuantitatif dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Metode peramalan causal
4. Trend
Terjadi ketika ada kenaikan atau penurunan jangka panjang dalam data
Analisis
runtun waktu adalah suatu metode kuantitatif yang digunakan untuk menentukan
pola data masa lalu yang telah dikumpulkan secara teratur. Dalam analisis
runtun waktu kita menggunakan data berdasarkan deret waktu atau sering disebut
dengan time series.
Time
series adalah data yang diperoleh dan disusun berdasarkan urutan waktu atau data
yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Waktu yang digunakan dapat berupa minggu,
bulan, tahun dan sebagainya.
Metode
peramalan ada 2, yaitu:
1. Kualitatif
- digunakan ketika data historis
langka atau bahkan tidak tersedia lagi
- menggunakan opini dari para ahli
untuk mempredisi kejadian secara
subyektif
- keuntungannya berguna ketika
tidak ada data historis
- kelemahannya adalah subyektif
2. Kuantitatif
- Digunakan ketika terdapat data
historis
- Mengkontruksi model peramalan
dari data yang tersedia ada teori peramalan
- Keuntungannya adalah obyektif
- Kelemahannya adalah membutuhkan
data
1. Metode peramalan causal
- Meliputi faktor-faktor yang
berhubungan dengan variabel yang diprediksi seperti regresi
- Mengasumsi bahwa satu atau lebih
faktor dapat memprediksi masa datang
2. Metode
peramalan time series
- Digunakan untuk menganalisa data
masa lampau yang telah dikumpulkan
- Data historis digunakan untuk
mempredisksi masa datang
- Hasilnya dapa dijadikan acuan
untuk peramalan nilai di masa yang akan datang (Makridakis. S., 1999)
Tipe-tipe
Metode Kuantitatif
1. Naif/intuitif
Keterangan:
Yt+1 : data periode yang akan datang (data yang akan diramalkan)
Yt : data periode sekarang
Yt-1 : data periode sebelumnya
2. Formal : berdasarkan prisnsip-prinsip
statistik
Macam-macam
pola data dalam peramalan:
1. Horizontal
Pola horizontal terjadi ketika
data berfluktuasi di sekitar rata-rata
2. Musiman
- Pola musiman terjadi bila data
dipengaruhi oleh faktor musiman (misal: kuartal tahun tertentu, bulanan, atau
mingguan)
- Menunjukkan puncak-puncak dan
lembah-lembah yang berulang dalam interval yang konsisten
3. Siklis
- Pola ini terjadi ketika data
dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang seperti yang berhubungan
dengan siklus bisnis
- Pergerakan gelombang yang lebih
ppanjang dari satu tahun
4. Trend
Terjadi ketika ada kenaikan atau penurunan jangka panjang dalam data
Beberapa Ukuran Akurasi yang dapat digunakan dalam forecast, yaitu:
1. Mean Square Error (MSE)
Digunakan untuk menghitung rata-rata nilai error menggunakan rumus berikut:
1. Mean Square Error (MSE)
Digunakan untuk menghitung rata-rata nilai error menggunakan rumus berikut:
2. Mean Absolute Percentage Error (MAPE)
Banyak
metode kuantitatif formal yang dapat kita gunakan dalam melakukan perlaman (forecast)
berdasarkan pola data yang kita miliki. Macam-macam metode tersebut antara
lain Moving Average (MA), Exponential Smoothing, Dekomposisi, ARIMA, SARIMA,
dan ARCH/GARCH.
Digunakan untuk menghitung rata-rata absolut nilai error, dengan membandingkan nilai
error dengan nilai aslinya.
Tulisan pertama kita bahas sampai sini dulu ya, penjelasan lebih detail untuk setiap metode akan ditulis dalam
artikel berikutnya…..
Terimakasih
sudah mampir ke blog ini, jangan lupa mampir kembal.
Selamat
pagi kawan.


